NAMA KELOMPOK (OS-Free) :
1. KUKUH PRIHANDOKO PRATAMA (14523161)
2. FITRA ARIE BUDIMAN (14523088)
3. NEIN RAKA A. (14523130)
4. IKHWAN ALFATH (14523103)
5. DEBBY YOLHANDA (14523199)
Organisasi perangkat Input/Output terbagi menjadi 2,
yaitu:
1.
Perangkat Keras
- Piranti
I/O (device)
Dapat berupa komponen elektrik maupun mekanik. Contoh:
monitor, keyboard, mouse, printer, dll
- Device
controller (adapter)
Merupakan sirkuit digital yang berfungsi mengontol
kerja komponen mekanik ataupun elektrik lainnya dari piranti I/O.
Agar piranti I/O dapat
dikontrol atau berkomunikasi dengan sistem komputer
-
Bus
I/O
a. Terdiri atas bus data, alamat dan kontrol
b. Berfungsi menghubungkan device controller dengan
elemen internal komputer seperti memori dan prosesor.
c. Terdapat juga bus I/O lanjutan atau ekspansi yang
bersifat mudah dipindah-pindah (movable) dan umumnya terletak diluar kotak
komputer. misal: bus parallel, serial, PS2
2.
Perangkat Lunak
- Lapisan
Interrupt Handler
Menangani terjadinya interupsi à dialihkan ke interupt handler
- Lapisan
device driver
Mengimplementasikan operasi dari masing-masing device
controller
- Lapisan
subsistem I/O atau kernel I/O
Menyediakan antarmuka atau fungsi I/O bagi SO atau
aplikasi
- Lapisan
pustaka I/O aplikasi
Mengimplementasikan pustaka pengaksesan I/O atau API
(Application Programming Interface) bagi aplikasi untuk melakukan operasi I/O
ada beberapa masalah manajemen input/output,
diantaranya:
1. Uniform Naming
penamaan yang seragam untuk file yang disimpan di
berbagai jenis media penyimpanan yang berbeda.
jadi nama berkas yang
digunakan tetap sama meskipun disimpan di harddisk, CD, flashdisk atau memori
stick.
2. Error
Handling
Kesalahan ditangani pada
semua lapisan perangkat lunak sistem I/O
-
Sedapat
mungkin kesalahan baca dikoreksi pada tingkat perangkat keras.
-
Device
controller akan menangani kesalahan di tingkat perangkat keras
-
Device
driver akan menangani kesalahan di tingkat perangkat lunak
3. Transfer sinkron vs asinkron
- Sinkron
Suatu proses dikatakan sinkron apabila suatu operasi
dapat melanjutkan eksekusinya hanya setelah permintaannya terpenuhi.
Transfer dataàProsessor akan berhenti sampai data yang diperlukan
tersedia di buffer memori.
- Asinkron
Suatu proses dikatakan Asinkron apabila suatu operasi dapat terus
berjalan sekalipun permintaanya belum terpenuhi atau masih sedang diproses
Transfer dataà Prosessor
memulai transfer data sampai mendapat sinyal bahwa proses transfer data telah
selesai.
4. Shareable vs Dedicated device
-
Shareable
Jika dapat digunakan oleh beberapa pengguna pada saat
bersamaan. Misal: Pembacaan file pada suatu disk oleh sejumlah
komputer secara bersamaan pada jaringan.
- Dedicated
Hanya satu pengguna yang dapat menggunakan piranti I/O
pada suatu waktu sampai tugasnya selesai. misal: printer.
Teknik
Input/Output :
1. Pooling
(Programmed I/O)
Busy-waiting/
polling adalah ketika host mengalami looping yaitu
membaca status register secara terus-menerus sampai
status busy di-clear. Pada dasarnya polling dapat dikatakan
efisien. Akan tetapi polling menjadi tidak efisien ketika setelah
berulang-ulang melakukan looping, hanya menemukan sedikitdevice yang
siap untuk men-service, karena CPU processing yang tersisa belum
selesai.
2. Interupsi
(Interrupt Driver I/O)
Ketika
CPU mendeteksi bahwa sebuah controller telah mengirimkan sebuah
sinyal keinterrupt request line (membangkitkan sebuah interupsi), CPU
kemudian menjawab interupsi tersebut (juga disebut menangkap interupsi) dengan
menyimpan beberapa informasi mengenai state terkini CPU–contohnya
nilai instruksi pointer, dan memanggil interrupt
handler agar handler tersebut dapat
melayani controller atau alat yang mengirim interupsi tersebut. Interupsi
dapat disebabkan berbagai hal, antara lain exception, page fault,
interupsi yang dikirimkan oleh device controllers, dan system call.
3. DMA
(Direct Memory Access)
DMA adalah sebuah
prosesor khusus (special purpose processor) yang berguna untuk menghindari
pembebanan CPU utama oleh program I/O (PIO).
Komponen
Sistem Operasi untuk Input/Output :
1. Buffering
Buffering adalah
melembutkan lonjakan-lonjakan kebutuhan pengaksesan I/O, sehingga meningkatkan
efisiensi dan kinerja sistem operasi.
- Single buffering
Merupakan teknik paling sederhana. Ketika proses
memberi perintah untuk perangkat I/O, sistem operasi menyediakan buffer memori
utama sistem untuk operasi.
- Double buffering.
Peningkatan
dapat dibuat dengan dua buffer sistem.Proses dapat ditransfer ke/dari satu
buffer sementara sistem operasi mengosongkan (atau mengisi) buffer lain. Teknik
ini disebut double buffering atau buffer swapping.
- Circular buffering.
Double
buffering tidak mencukupi jika proses melakukan operasi I/O yang berturutan
dengan cepat. Masalah sering dapat dihindari denga menggunakan lebih dari dua
buffer. Ketika lebih dari dua buffer yang digunakan, kumpulan buffer itu
sendiri diacu sebagai circulat buffer. Tiap buffer individu adalah satu unit di
circular buffer.
2. Spooling
melakukan penjadwalan
pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
Menyediakan
“driver” untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O
tertentu.
source:
-
http://tugasso.blog.com/manajemen-io/
-
https://handinha.wordpress.com/2011/02/09/manajemen-sistem-inputoutput/
-
http://singgih.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1786/TOT-SistemOperasi7-9.pdf
-
https://azmuri.files.wordpress.com/2011/01/materi-device.ppt

0 comments:
Post a Comment