Management Input / Output - Jual Hijab Online


Hanik Atul Rafidah 14523011
Evodie Leanishar H 14523028
Dewi Tusima 14523030
Malih Murtadho 14523066

Nadine Deskananda S 14523267

1.  Pengertian: Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup)


2.   Fungsi Manajemen I/O

1)   Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.

2)   Menangani interupsi perangkat I/O

3)   Menangani kesalahan perangkat I/O.

4)   Menyediakan interface ke pemakai.


3.   Klasifikasi perangkat I/O

1)   Sifat Aliran Data

a)   BLOK

yaitu mengirim, menerima, dan menyimpan informasi sebagai blok-blok berukuran tetap yang berukuran 128-1024 byte dan memiliki alamat tersendiri, sehingga memungkinan membaca atau menulis blok-blok secara independen, yaitu dapat membaca atau menulis sembarang blok tanpa harus melewati blok-blok lain. Contoh: Disk Tape, CD ROM, optical disk

b)   KARAKTER

yaitu perangkat yang menerima dan mengirimkan aliran karakter tanpa membentuk suatu struktur blok. Contoh: terminal, line printer, interface jaringan, mouse

2)   Sasaran Komunikasi

a)   PERANGKAT YG TERBACA OLEH MANUSIA

Perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia. Contoh: VDT (Video Terminal Display): monitor, keyboard, mouse

b)   PERANGKAT YANG TERBACA OLEH MESIN

Perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat elektronik. Contoh: disk dan tape, sensor, kontroler

c)   PERANGKAT KOMUNIKASI

Perangkat yang digunakan untuk komunikasi dengan perangkat jarak jauh. Contoh: modem

3)   Teknik Perograman

a)   I/O TERPROGRAM

Ketika perangkat I/O menangani permintaan, perangkat men-set bit status di register status perangkat. Perangkat tidak memberitahu ke pemroses saat tugas telah selesai dilakukan sehingga pemroses harus selalu memeriksa register tersebut secara periodik dan melakukan tindakan berdasar status yang dibaca. Software pengendali perangkat (driver) dipemroses harus mentransfer data ke/dari pengendali. Driver mengeksekusi perintah yang berkomunikasi dengan pengendali (adapter) di perangkat dan menunggui sampai operasi yang dilakukan perangkat selesai

b)   I/O DIKENDALIKAN INTERUPSI

Teknik I/O dituntun interupsi mempunyai mekanisme kerja sebagai berikut :
o Pemroses memberi instruksi ke perangkat I/O kemudian melanjutkan melakukan pekerjaan lainnya.
o Perangkat I/O akan menginterupsi meminta layanan saat perangkat telah siap bertukar data dengan pemroses.
o Saat menerima interupsi perangkat keras (yang memberitahukan bahwa perangkat siap melakukan transfer), pemroses segera mengeksekusi transfer data.

c)   DENGAN DMA

DMA berfungsi membebaskan pemroses menunggui transfer data yang dilakukan perangkat I/O. Saat pemroses ingin membaca atau menulis data, pemroses memerintahkan DMA controller dengan mengirim informasi berikut :
o Perintah penulisan/pembacaan.
o Alamat perangkat I/O.
o Awal lokasi memori yang ditulis/dibaca.
o Jumlah word (byte) yang ditulis/dibaca.
Setelah mengirim informasi-informasi itu ke DMA controller, pemroses dapat melanjutkan kerja lain. Pemroses mendelegasikan operasi I/O ke DMA. DMA mentransfer seluruh data yang diminta ke/dari memori secara langsung tanpa melewati pemroses. Ketika transfer data selesai, DMA mengirim sinyal interupsi ke pemroses. Sehingga pemroses hanya dilibatkan pada awal dan akhir transfer data. Operasi transfer antara perangkat dan memori utama dilakukan sepenuhnya oleh DMA lepas dari pemroses dan hanya melakukan interupsi bila operasi telah selesai.


4.   Evolusi Perangkat I/O

1)   Pemroses mengendalikan perangkat I/O secara langsung

Masih digunakan sampai saat ini untuk perangkat sederhana yang dikendalikan mikroprosessor sehingga menjadi perangkat berintelijen (inteligent device).

2)   Pemroses dilengkapi pengendali I/O (I/O controller)

Pemroses menggunakan I/O terpogram tanpa interupsi, sehingga tak perlu memperhatikan rincian-rincian spesifik antarmuka perangkat.

3)   Perangkat dilengkapi fasilitas interupsi

Pemroses tidak perlu menghabiskan waktu menunggu selesainya operasi I/O, sehingga meningkatkan efisiensi pemroses.

4)   I/O controller mengendalikan memori secara langsung lewat DMA

Pengendali dapat memindahkan blok data ke/dari memori tanpa melibatkan pemroses kecuali diawal dan akhir transfer.

5)   Pengendali I/O mempunyai memori lokal sendiri.

Pemroses pusat mengendalikan.memerintahkan pemroses khusus I/O untuk mengeksekusi program I/O di memori utama. Pemroses I/O mengambil dan mengeksekusi intruksi-intruksi ini tanpa intervensi pemroses pusat. Dimungkinkan pemroses pusat menspesifikasikan barisan aktivitas I/O dan hanya diinterupsi ketika seluruh barisan intruksi diselesaikan.

6)   Pengendali I/O menjadi pemroses terpisah.

Perangkat I/O dapat dikendalikan dengan keterlibatan pemroses pusat yang minimum.
Arsitektur ini untuk pengendalian komunikasi dengan terminal-terminal interaktif. Pemroses I/O mengambil alih kebanyakan tugas yang melibatkan pengendalian terminal.
Evolusi bertujuan meminimalkan keterlibatan pemroses pusat, sehingga pemroses tidak disibukkan dengan tugas I/O dan dapat meningkatkan kinerja sistem.


0 comments:

Post a Comment