MANAJEMEN I/O
- Pengertian
Manajemen
sistem I/O merupakan aspek perancangan sistem operasi yang terluas
disebabkan sangat beragamnya perangkat dan begitu banyaknya aplikasi dari
perangkat- perangkat itu.
- Fungsi manajemen input/ouput (I/O) :
- Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
- Menangani interupsi perangkat I/O.
- Menangani kesalahan perangkat I/O.
- Menyediakan interface ke pemakai.
- Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O :
a. BUFFERING I/O
Buffering
adalah melembutkan lonjakan-lonjakan kebutuhan pengaksesan I/O, sehingga
meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem operasi.
Terdapat beragam
cara buffering, antar lain :
·
Single buffering.
Merupakan
teknik paling sederhana. Ketika proses memberi perintah untuk perangkat I/O,
sistem operasi menyediakan buffer memori utama sistem untuk operasi.Untuk perangkat berorientasi
blok.Transfer masukan dibuat ke buffer sistem. Ketika transfer selesai, proses
memindahkan blok ke ruang pemakai dan segera meminta blok lain. Teknik ini
disebut reading ahead atau anticipated input. Teknik ini dilakukan dengan
harapan blok akan segera diperlukan. Untuk banyak tipe komputasi, asumsi ini
berlaku. Hanya di akhir pemrosesan maka blok yang dibaca tidak diperlukan.
·
Double buffering.
Peningkatan
dapat dibuat dengan dua buffer sistem.Proses dapat ditransfer ke/dari satu
buffer sementara sistem operasi mengosongkan (atau mengisi) buffer lain. Teknik
ini disebut double buffering atau buffer swapping. Double buffering menjamin
proses tidak menunggu operasi I/O. Peningkatan ini harus dibayar dengan
peningkatan kompleksitas.
·
Circular buffering.
Seharusnya
melembutkan aliran data antara perangkat I/O dan proses. Jika kinerja proses
tertentu menjadi fokus kita, maka kita ingin agar operasi I/O mengikuti proses.
Double buffering tidak mencukupi jika proses melakukan operasi I/O yang
berturutan dengan cepat. Masalah sering dapat dihindari denga menggunakan lebih
dari dua buffer. Ketika lebih dari dua buffer yang digunakan, kumpulan buffer
itu sendiri diacu sebagai circulat buffer. Tiap bufferindividu adalah satu unit
di circular buffer.
b. Spooling
Melakukan
penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras
I/O tertentu. Manajemen perangkat masukan/keluaran merupakan aspek perancangan
sistem operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan
aplikasinya.
- Perngkat I/O :
1. Software
a.
Device handler adalah sebuah software kecil yang memberitahu sistem operasi dan software lain
tentang bagaimana menggunakanatau berkomunikasi dengan hardware.
b.
Interrupt handler adalah
subroutine panggilan balik di firmware mikrokontroler, sistem operasi atau
driver perangkat yang eksekusi adalah dipicu oleh penerimaan interrupt.
c.
Subsistem merupakan
komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun
abstrak.
d.
Pustaka Aplikasi
mengimplementasikan pustaka pengaksesan I/O atau API (Application Programming
Interface) bagi aplikasi untuk melakukan operasi I/O. Memudahkan user karena
pengaksesan ke berbagai macam piranti I/O dengan menggunakan operasi yang sama.[1][1]
2. Hardware
a.
Device
driver adalah istilah teknologi informasi yang mengizinkan sebuah sistem
komputer untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat keras
b.
Bus I/O terdiri atas bus
data, alamat dan kontrol yang berfungsi menghubungkan device controller dengan
elemen internal komputer seperti processor dan memory.
c.
Device controller ,
dengan adanya device controller piranti-piranti I/O dapat dikontrol dan
berkomunikasi dengan sistem komputer. Device controller berfungsi sebagai
antarmuka antara piranti I/O dengan sistem internal komputer.
- Teknik I/O meliputi:
1.
Perangkat I/O
terprogram (programmed I/O)
Merupakan
perangkat I/O komputer yang dikontrol oleh program. Contohnya,
perintah mesin in, out, move.
Perangkat I/O terprogram tidak sesuai, untuk pengalihan data dengan kecepatan tinggi. Karena dua alasan yaitu:
perintah mesin in, out, move.
Perangkat I/O terprogram tidak sesuai, untuk pengalihan data dengan kecepatan tinggi. Karena dua alasan yaitu:
a.Memerlukan
overhead (ongkos) yang tinggi, karena beberapa perintah program harus
dieksekusi untuk setiap kata data yang dialihkan antara peralatan eksternal
dengan memori utama.
b.
Banyak peralatan
periferal kecepatan tinggi memiliki mode operasi sinkron, yaitu pengalihan data
dikontrol oleh clock frekuensi tetap, tidak tergantung
CPU.
2.
Perangkat berkendalikan
interupsi (Interrupt I/O)
Interupsi lebih dari
sebuah mekanisme sederhana untuk mengkoordinasi pengalihan I/O. Konsep
interupsi berguna di dalam sistem operasi dan pada banyak aplikasi kontrol di
mana pemrosesan rutin tertentu harus diatur dengan seksama, relatif peristiwa-peristiwa
eksternal.
3.
DMA (Direct Memory
Address)
Merupakan suatu
pendekatan alternatif yang digunakan sebagai unit
pengaturan khusus yang disediakan untuk memungkinkan pengalihan blok data secara langsung antara peralatan eksternal dan memori utama tanpa intervensi terus menerus oleh CPU.
pengaturan khusus yang disediakan untuk memungkinkan pengalihan blok data secara langsung antara peralatan eksternal dan memori utama tanpa intervensi terus menerus oleh CPU.

0 comments:
Post a Comment